WELCOME TO NEN SHAMY MA BLOG



SELAMAT MEMBACA SEPUAS KAMU DI DALAM BLOG INI

Rabu, 15 Juni 2011

PENYALAH GUNAAN HANDPHONE DI KALANGAN REMAJA Studi Kasus Penyalah Gunaan Telefon Seluler di Kalangan Remaja


            

Abstrak
Revolusi industri merupakan puncak perkembangan ilmu pengetahuan dari sekian banyak peristiwa bersejarah, sehingga pekerjaan manusia yang dahulu menggunakan tenaga manusia sendiri dapat tergantikan dengan alat-alat yang lebih berproduktif. Misalkan dimasa kerajaan mesir kuno seorang raja atau ratu mengerim pesan mengunakan tenaga kurir atau dengan burung, hal ini dapat bisa tertuju ataupun kemungkin besar gagal. Prestasi ilmu pengetahuan telah memanjakan manusia dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang ada,  salah satu yang menjadi perbincangan saat ini adalah Teknologi Komunikasi dan Imformasi (TIK) yang memudah manusia berkomunikasi dengan manusia lain yang berada dibenua lain pula. Saat ini tidak perlu lagi demikian cukup menggunakan handphone dapat berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun, evolusi dibidang teknologi komunikasi informasi adalah tahapan terpenting. Tergantung bagaimana fungsi dan pemanfaatanya digunaka, sesuai kaidah. Namun sisi lain ditemukan banyak berbagai aksi-aksi anak remaja yang menurut kaca mata orang-orang dewasa bahwa para remaja telah menyalahgunakan alat komunikasi dalam hal ini adalah handphone.





1.      Pendahluan
Perkembangan teknologi bermula dari lahirnya revolusi industri di abad 19 peristiwa ini bukan peristiwa tunggal melainkan terdiri dari beberapa rentetan perkembangan yang saling terkait, transformasi industri ini lahir dibenua eropa pertama kalinya. Kemudian perkembangan industri berkembang meluas keseluruh dunia melalui suatu evolusi industri yang inovatif, kreatif dan akuntable pada titik kemajuan teknologi yang lebih maju. Yaitu dimana petani meninggalkan lahan pertanian dan beralih pekerjaan disektor industri yang ditawarkan oleh pabrik-pabrik besar. Pabrik itu sendiri ditransformasikan oleh rangkain panjang kemajuan teknologi, sehingga birokrasi ekonomi pasar semakin banyak memberikan jasa yang dibutuhkan oleh industri dan system ekonomi global menjadi puncak peradaban. Dari uraian perkembangan teknologi diatas bisa disimpulkan bahwa teknologi indutri mengalami suatu evolusi (Perubahan bertahap)dari jaman ke jaman sehingga  berangsur-angsur aktivitas manusia yang tadinya mengunakan tenaganya sendiri ataupun menggunakan tenaga hewan peliharaannya, mulai tergeser dan gantikan dengan mengunakan alat-alat teknologi sebagai alat yang lebih berproduktif
Jika kita berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan manusia. Salah satu dari sekian bentuk kemajuan teknologi yang kini memudahkan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan tempat ia beradaptasi dengan dunia luar, adalah hal yang saat ini sedang menjadi trand dan ramai diperbincangkan yakni teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hingga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK. Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar. Alexsander Graham Bel berjasa besar ketika menemuka telpon yang sudah dipakai berkomunikasi jarak jauh TIK berkembang sangat pesat, sehingga saat ini jarak dan waktu bukan lagi menjadi hambatan bila berkomunikasi.
Evolusi dan penyempurnaan telefon kabel menjadi telfon seluler tetap berlangsung terus menerus dalam sejarah perkembangannya, telefon seluler atau handphone (Hp) ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan telefon seluler atau handphone pertama kali dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros. Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS. NMT atau (Nordic Mobile Telephone) adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900 MHz. Mengingatnya tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA). Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps. Pada awalnya ponsel secara resmi dibuat untuk menolong dokter dan staf rumah sakit meningkatkan komunikasi mereka.  Martin Cooper adalah   penemu telefon seluler atau handphone (Hp)      
                        Melihat fakta dan gambaran masa depan pada kemajuan TIK (handphone) seperti yang diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankah manusia mampu bertahan dari kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”. Urain dibawah ini merupakan suatu kekuatiran terhadap kencenderungan remaja masa kini  mengoperasikan handphone (Hp) memiliki aplikasi pilihan yang banyak dan layanan multimedia seperti internet, camera, vidio, mp3, dan lain sebagainya. Sudah menjadi fenomena bahwa banyak siswa-siswi tingkat SMP atau SMA ditemukan sedang mendownload vidio beradegan porno dan mentranssfernya ke handphonenya. Adakalanya mereka sendiri menjadi pelaku dalam adegan-adegan panas dengan berseragam sekolahan sambil direkam oleh kerabatnya sendiri mengunakan hp yang memiliki kapasitas camera.

2.      Metologi Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2000:3) metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan termasuk dalam studi kasus, yakni penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas (Maxfield dalam nasir, 19999:66). Tujuan dari studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-arakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian, dari sifat-sifat kas diatas akan dijadikan sesuatu hal yang bersifat umum.

3.      Pembahasan Hasil Penelitian
Pada bagian ini akan  dilakukan analisis terhadap data yang telah diperoleh dari hasil penelitia
Ekonomi keluarga sangat berperan penting dalam interaksi anak dilingkungan  pergaulanya, Dirumah, disekolah, maupun ditengah-tengah masyarakat. Didalam satu rumah tangga yang memiliki latar belakang ekonomi yang mapan akan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, andai kata anak remaja meminta diberikan mobil, motor, komputer/laptop, handphone dan lain sebagainya sebagai permintaanya tentu orang tuanya akan memenuhi permintaan dari anak remajanya. Hal ini berbeda dengan anak remaja yang berasal dari keluarga yang tidak berkelebihan ekonomi, sehingga penyedian barang dalam pemenuhan kebutuhan bagi anak remaja sebagai  kebutuhan penunjang saat disekolah ataupun diluar sekolah sangat minim untuk tercukupi.  Kebutuhan ekonomi merupakan faktor pemicu terjadinya pemberontakan anak remaja dalam keluarga dan terus bermunculan kenakalan remaja.
Kenalan adalah perilaku yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Kenakalan tidak pandang bulu, artinya bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan dimanapun tanpa mengenal usia, latar belakang pendidikan, jenis kelamin, atau status sosial. Salah satu kelompok masyarakat yang selalu dikaitkan dengan kenakalan adalah remaja, kelompok mereka seakan-akan tidak bisa dilepaskan dari kenakalan sehinga menjadi target orang-orang deawasa untuk mempersalahkan mereka. Pada hal kenakalan meraka belum tentu inisiatif mereka sendiri, melainkan karena situasi dan kondisi yang mendorong mereka melakukan kenakalan.
Beragam kenakalan remaja saat menggunakan handphone yaitu ; memotret dan menonton film atau adegan seks, menelfon atau sms teman-teman untuk melakukan tauran dan sekolah lain. Penggunaan handphone berkapasitas tinggi akan menciptakan kecenderungan anak remaja untuk melakukan fungsi ganda  pada handphone. Salah satu penyebab remaja menjadi nakal adalah orang tua, karena terkadang orang tua terlambat membentuk kehendak anak dan mengarahkannya, akibatnya ketika mereka semakin besar kelakuannya menjadi sulit dikendalikan. Selain itu, ada kemungkinan orang tua tidak menunjukkan bahwa ia mampu mengendalikan perilaku anak remajanya. Satu hal pasti bahwa setiap anak remaja menuntut perlakukan yang berbeda sesuai dengan perttumbuhan usia mereka sehingga mestinya orang lebih berperan aktif untuk membentuk meraka dengan pola dan cara berpikir yang lebih baik. Pada umumnya para remaja menjadikan orang tua mereka sebagai cermin terhadap perilaku sosial mereka. Pada hal para remaja adalah kelompok masyarakat yang mempunyai potensi yang sangat hebat ketika diberdayakan secara benar dan terarah. Kelompok mereka ibarat batu berlian yang tersembunyi di dalam batu cadas, kemilaunya tergantung bagaimana seseorang mengasahnya agar menjadi berlian indah dan bernilai tinggi.
Orang tua sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan identitas remaja. Jika orang tua selalu emaksakan kehendanya, anak remaja  akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan dirinya sendiri secara dewasa. Akibatnya mereka akan tubuh secara emosional, tidak dewasa, tergantung, dan terombang-ambing. Pola asuh orang tua sangat menentukan ketika seorang remaja sedang mencari identitasnya. Jika orang tua memberikan perlindungan yang berlebihan, terdapat kecenderungan anak remajanya akan kehilangan indepensinya, sebaliknya orang tua terlalu memberikan kebebasanya maka anak remajanya akan tubuh menjadi generasi “ huri-hari”  tanpa tujuan hidup yang jelas. Adakalanya  orang tua memiliki kecemasan yang melebihi batas keceman juga akan menitipkan kecemasan kepada anak remajanya sehingga anak remaja kehilangan kesempatan untuk menyayakan identitasnya secara jelas. Kurangnya penghargaan pun anak remaja akan mengalami frustrasi hal ini akan mendorong mereka untuk meragukan potensi yang ia meliki.

4.      Kesimpulan
Dari analogi diatas dapat disimpulkan bahwa kesalahan sekecil apapun penanganan pola asuh para remaja akan berakibat tibulnya kesulitan orang tua di kemudian hari. Aspek yang patut menjadi perhatian adalah bahwa tia-tiap anak remaja mempunyai temperamen, karakter, dan kepribadian sendiri sehingga menuntut penanganan yang berbeda dengan anak remaja yang lain. Ada remaja yang mudah diatur, tetapi ada juga yang sukar  untuk diatur, malah keinginan yang ingin menyalahi peraturan.
Remaja demikian seakan-akan mendapat kepuasan atas tinngkah lakunya yang merugikan orang lain, satu hal yang pasti bahwa keduanya memerlukan suatu tindakan disipiln untuk menuntunya kepada kehidupan harmoni terkendali. Kenakalan yang terjadi pada anak remaja adalah hanya melanjutkan apa yang para orang tua lakukan, perlakuan hubungan seks bebas orang tua, perselingkuhan yang tidak jera-jera dan bentuk aksi-aksi kekerasan seorang ayah terhadap seorang ibu.




5.      Daftar Pustaka
George Ritzer, Teori Sosilogi Klasik, Yogyakarta, Kreasi Wacana, 2008
Drs. EB Surbakti, M.A. Orang Tua Penyebab Kenakalan Remaja
Drs. Andi Mappiare, Pisiokologi Orang Dewasa, Usaha nasional, 1983

Tidak ada komentar:

Posting Komentar